ARTIKEL 2 : Belajar Efektif

Halo teman-teman semuanya, disini pernah ada yang ngerasa kesulitan ga sih setiap kali ada ujian seperti UTS, UAS, atau SBMPTN? Kesulitan dalam arti sulit menghapal sekian banyak materi dan rumus-rumus dalam waktu yang mungkin ga banyak atau mungkin udah belajar setiap hari tapi kok kaya ga inget-inget? Nah kalau teman-teman masih ngerasa kaya gitu, mungkin gaya belajar yang teman-teman lakukan selama ini belum efektif loh. Terus cara belajar gimana yang efektif? Yuk kita bahas.

  1. Tentukan Gaya Belajar yang Sesuai

a1

Gaya belajar adalah kebiasaan belajar individu ketika belajar. Kebiasaan belajar merupakan cerminan perilaku individu ketika menerima dan memasukkan, maupun memproses informasi pembelajaran yang diperoleh. Kebiasan tersebut merupakan pilihan terbaik yang sesuai dan membuat individu nyaman dalam belajar sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Menurut DePorter dan Hernacki (2010:112) mencatat tiga gaya belajar, yaitu “gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik.”

  • Gaya belajar visual

a2

Menurut Hamzah B. Uno (2010: 181) karakteristik yang khas bagi orang-orang yang menyukai belajar visual yaitu kebutuhan melihat sesuatu (informasi pelajaran) secara visual untuk mengetahui atau memahaminya, memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistic, memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, terlalu reaktif terhadap suara, sulit mengikuti anjuran lisan, dan seringkali salah mengintrepretasikan kata atau ucapan. Siswa yang mempunyai karakteristik gaya belajar visual lebih banyak menggunakan pengindraan mata dan belajar dengan grafik atau gambar serta suka membaca buku, mereka juga cenderung sering mencatat atau merangkum materi dengan menggunakan pulpen dengan warna yang berbeda-beda.

  • Gaya belajar Auditori

a3

Hamzah B. Uno (2010:181-182) “Karakteristik orang yang memiliki gaya belajar auditori meliputi semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.” Siswa yang mempunyai karakteristik gaya belajar auditorial lebih banyak menggunakan pengindraan telinga. Siswa lebih mudah menyerap pelajaran dengan mendengarkan seperti mendengar ceramah dan berdiskusi. mahasiswa dengan gaya belajar seperti ini seringkali merekam materi yang diajarkan oleh dosen atau meminta bantuan teman untuk menjelaskan kembali jika belum mengerti.

  • Gaya belajar Kinestetik

a4

Adapun karakteristik gaya belajar kinestetik (Hamzah B.Uno, 2010: 182) yaitu menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa mengingat, dengan memegang bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasan, tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran, merasa bisa belajar lebih baik apabila disertai dengan kegiatan fisik, mampu mengoordinasikan sebuah tim dan mengendalikan gerakan tubuh (athletic ability). Individu yang bertipe ini, mudah mempelajari bahan yang berupa tulisan-tulisan, gerakan-gerakan, dan sulit mempelajari bahan yang berupa suara atau penglihatan. Selain itu, belajar secara kinestetik berhubungan dengan praktik atau pengalaman belajar secara langsung.

Nah, dari ketiga gaya belajar tersebut, biasanya akan ada satu gaya belajar yang lebih memiliki kecenderungan dibandingkan gaya belajar yang lain. Namun pada beberapa orang ada juga yang memiliki gaya belajar gabungan dari ketiga gaya belajar tersebut.

2. Spaced Repitition

a5

Selain mengenali gaya belajar yang sesuai untuk kita, tips selanjutnya untuk bisa belajar dengan efektif adalah spaced repetition atau pengulangan berkala. Menurut seorang psikolog bernama Hermann Ebbinghaus mengatakan ketika kita belajar informasi baru, kondisi terbaik kita paling ingat (100%) adalah saat kita baru saja selesai mempelajarinya. Ingatan akan informasi baru itu akan turun melemah hingga menjadi lupa (0%) hanya dalam waktu sekitar 3 bulan saja. Agar hal itu tidak terjadi kita bisa melakukan pengulangan. Berikut beberapa strategi yang dapat diguunakan untuk dapat mengingat lebih lama

  • Yang pertama ada mengulang segera apa yang telah dibaca dan dipelajari. Pengulangan pertama segera setelah selesai mempelajari sesuatu akan memperkuat presentase informasi yang ada.
  • Kemudian ada menuliskan ulang apa yang dibaca dan dipelajari. Menulis ulang dengan susunan kata-kata kita sendiri adalah salah satu cara efektif untuk memperkuat ingatan apa saja yang telah dipelajari.
  • Yang ketiga ada mengajarkan atau minimal menceritakan ulang apa yang telah dibaca atau dipelajari kepada orang lain. Dengan mengajarkan atau menceritkan ulang akan memperjelas dan memperdalam pemahaman dari apa yang telah dipelajari, sekaligus menjadi sebuah pengulangan untuk ingatan kita.
  • Yang terakhir adalah menjadwalkan untuk mengulang secara berkala. Setelah melakukan pengulangan pertama segera setelah mempelajari suatu hal, pengulangan kedua dapat dilakukan sehari setelahnya. Pengulangan ketiga sebaiknya dilakukan seminggu setelahnya, dan pengulangan berikutnya bisa dilakukan dalam sebulan dan tiga bulan. Setelah itu semua dilakukan ingatan yang tadinya dalam jangka pendek akan masuk kedalam ingatan jangka panjang.

Memang terlihat merepotkan, namun dengan melakukan hal-hal tersebut ingatan kita bisa bertahan lebih lama. Mengapa harus jangka panjang? Karna pelajaran-pelajaran yang kita pelajari di keperawatan akan terus bertambah dan nantinya diaplikasikan langsung kepada pasien-pasien di rumah sakit saat kita sudah berkerja nanti. Jadi akan sangat berguna jika dari awal teman-teman sudah mengingat semua pelajaran dengan baik, sehingga tidak perlu repot-repot membuka kembali catatan dikemudian hari.

3. Mengerjakan latihan soal

a7

Kemudian tips selanjutnya adalah mengerjakan latihan soal. Dengan mengerjakan latihan soal kita bisa memperdalam penguasaan materi, semakin sering kita mengerjakan latihan soal kita akan semakin sering juga berlatih menjawab banyak variasi soal-soal. Ini juga bisa menjadi metode evaluasi bagi kita, sejauh mana sih kita memahami materi-materi yang telah dipelajari. Kalau dirasa masih kurang, kita bisa mempelajari lagi materinya.

Referensi buku dan jurnal

a8

Selain cara-cara belajar efektif, kita juga mau berbagi situs jurnal dan buku-buku referensi untuk dapat diakses teman-teman yaitu Situs jurnal, artikel dan video pembelajaran : proquest, Medscape, JKP, sciencedirect, Khan Academy, Armando Hasudungan, Crashcourse, Geeky Medics. Buku referensi: Nanda, NIC, NOC, Guyton, Sherwood, Sobotta, Potter Perry, dll.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s